Bibiku Ternyata Sungguh Ganas

Bokep JepangAugust 28, 2018

FilmBokepJepang – ini diawali dari jaman aku sma. Dulu waktu aku sma, aku selalu pilih-pilih dalam mencintai wanita. Hal ini yang jadi awal mula cerita seks dan cerita seks yang akan aku ceritakan disini. Itu mungkin yang berlaku cerita seks sedarah ini terjadi. Aku tak pernah mendekati seorang cewek pun di SMA.

 Mungkin dibilang aku bukan orang yang jelek-jelek amat. Para gadis sering histeris bercumbu melihat aku beraksi dibidang olahraga, seperti keranjang, lari dan sebagainya. Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. 

Sebab aku tidak suka mereka. Untuk masalah Pelajaran aku terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi teman-teman saya memanggilku kutu buku, padahal masih banyak yang lebih pintar dari aku,

Ketika kelulusan, aku pun masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang. Di sini aku numpang di rumah bibiku. Namanya Dewi. Aku biasanya memanggilnya mbak Dewi, mungkin dari kecil mungkin. 

Ia tinggal bersama sama saja, semenjak sebelum meninggal karena saya masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Yaitu berupa rumah makan yang lumayan laris, dengan bekal yang dapat menghidupi kedua yang masih duduk di SD.

Ketika datang pertama kali di Malang, saya sudah dijemput pakai mobilnya. Lumayanlah, perjalanan dengan menggunakan kereta cukup melelahkan. Pertamanya aku tak tahu itu adalah mbak Dewi. Karena ia kelihatan muda. Aku baru sadar, aku menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya. 

Lalu kami bertegur sapa. Hari itu juga jantungku berdebar. Usianya masih 32 tapi dia sangat cantik. Rambutnya masih panjang terurai, sangat halus, ia masih seperti gadis. Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar. 

“Capek Dek Iwan?”, Tanyanya. 

“Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku. “Tapi mbak Dewi masih cantik ya?” 

Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu”.

Selama tinggal di sini mbak Dewi. Aku sedikit demi bisa jadi akrab dan mengenalnya. Banyak sekali hal-hal yang bisa saya tuntaskan dari mbak Dewi. 

Dari kesukaannya, dari pengalaman hidup. Aku pun jadi dekat dengan anak-anaknya. Aku sering mengajari mereka Ekspresi sekolah. 

Tak terasa sudah satu semester lebih aku tinggal di rumah ini. Dan mbak Dewi juga adalah satu-satunya wanita yang menggerakkan hatiku. Aku benar-benar jatuh cinta. 

Tapi aku tidak yakin apakah dia cinta dan kepadaku. Selain ia adalah bibiku sendiri. Malam itu sepi dan hujan di luar sana. Mbak Dewi sedang menonton televisi. Aku lihat orang biasa dan tidur. Aku keluar dari kamar dan ke ruang depan. Tampak mbak Dewi asyik menonton tv. Saat ini sedang ada sinetron. 

“Nidur tidur Wan?”, Tanyanya.

“Masih belum ngantuk mbak”, jawabku. 

Aku duduk di sebelahnya. Entah kenapa lagi-lagi dadaku berdebar kencang. Aku bersandar di sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Dewi. Ia tak menyadarinya. Lama kami terdiam. 

“Kamu banyak diam ya”, katanya. 

“Eh..oh, iya”, kataku kaget. 

“Mau ngobrolin sesuatu?”, Tanyanya. 

“Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja”, jawabku. 

“Ah kamu, ada-ada aja” 

“Serius mbak” 

“Makasih” 

“Restorannya gimana mbak? Sukses?” 

“Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Banyak karyawannya, urusan kerjaan tak serahin ke general managernya. Mbak selama-waktu saja ke sana”, katanya. “Gimana kuliahmu?”

Aku memberanikan diri sendiri untuk memijat pundaknya. “Saya pijetin ya mbak, mbak capek”. 

“Makasih, nggak usah ah” 

“Nggak papa koq mbak, cuma dipijit aja, emangnya mau yang lain?” 

Ia tersenyum, “Ya udah, pijitin saja” 

Aku memijiti pundaknya, punggungnya, dengan pijatan yang halus, sesekali aku meraba ke bahunya. Ia memakai kaos ketat. Aku bisa melihat lekukan tubuh dan juga tali bh-nya. Dadanya mbak Dewi besar juga. Tercium bau harum parfumnya. 

“Kamu sudah punya pacar Wan?”, Tanya mbak Dewi. 

“Nggak punya mbak” 

“Koq bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?” 

“Saya aja yang nggak tertarik ama mereka” 

” Lha koq aneh? Denger dari mama kamu mengatakan kamu itu sering dikirimi surat cinta “

“Iya, waktu SMA. Kalau sekarang aku menemukan cinta tapi sulit mengatakannya” 

“Masa ‘?” 

“Iya mbak, orangnya cantik, tapi sudah janda”, dan coba memancing. 

“Siapa?” 

“Mbak Dewi”. 

Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu ini”. 

“Aku serius mbak, nggak bohong, pernah mbak tahu aku bohong?”, 

Ia diam. 

“Semenjak aku bertemu mbak Dewi, jantungku berdetak kencang. Aku tak tahu apa itu. Sebab aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Semenjak itu pula aku menyimpan perasaanku, dan aku merasa nyaman berada di samping mbak Dewi. Aku tidak tahu apa itu cinta tapi, kian hari dadaku makin pendek. Sesak sampai aku tak bisa berpikir lagi mbak,

“Wan, aku ini bibimu”, katanya. 

“Aku tahu, tapi perasaanku tak pernah kenal mbak, aku mau jujur ​​kalau aku cinta ama mbak”, kataku sambil memeluknya dari belakang. 

Lama kami terdiam. Mungkin hubungan yang kami rasa sekarang mulai canggung. Mbak Dewi melepas pelukanku. 

“Maaf wan, mbak perlu berpikir”, kata mbak Dewi beranjak. Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala. Cukup lama di tengah, sampai tengah malam kira-kira.

 Aku pun mematikan tv dan menuju kamarku. Sayup-sayup aku suara isak tangis di kamar mbak Dewi. Aku pun mulai menguping. 

“Apa yang harus aku lakukan? … .Apa …”

Aku menunduk, mungkin mbak Dewi kaget setelah pengakuanku tadi. Aku pun masuk kamarku dan tertidur. Malam itu aku bermimpi kotor dengan mbak Dewi. Aku bermimpi bercinta dengannya, dan paginya aku dapati celana dalamku basah. Wah, mimpi yang indah. 

Paginya, mbak Dewi selesai menyusun sarapan. Sarapan anak-anak. Aku baru keluar dari kamar mandi. Melihat mereka dari kejauhan. 

Mbak Dewi mencari untuk menghindari pandanganku. Kami benar-benar canggung pagi itu. Hari ini nggak ada kuliah. Aku bisa habiskan waktu seharian di rumah. Setelah ganti baju aku keluar kamar. Tampak mbak Dewi melihat-lihat isi kulkas. 

“Waduh, wan, bisa minta tolong bantu mbak?”, Tanyanya. 

“Apa mbak?” 

“Mbak mau belanja, bisa bantu mbak belanja? Tekor kulkas udah mau habis”,

“OK” 

“Untuk yang tadi malam, tolong jangan diungkit-ungkit lagi, aku maafin kamu tapi jangan dibicarakan di depan anak-anak”, katanya. Aku mengangguk. 

Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Dewi sekolah. Lalu kami pergi berbelanja. Lumayan banyak belanjaan kami. Dan aku menggandeng tangan mbak Dewi.

 Kami seperti pasangan suami istri, mbak Dewi pun nggak menolak isinya dan aku gandeng.Mungkin karena barang bawaannya banyak. Di mobil pun kami diam. 

Setelah belanja banyak itu kami tak mengucapkan sepatah kata pun. Namun setiap kali aku mengatakan ke mbak Dewi bahwa perasaanku serius.

Hari-hari berlalu. Aku terus bilang ke mbak Dewi karena aku cinta dia. Dan hari ini adalah hari ulang tahunan. Aku membelikan sebuah gaun.

 Aku memang menyembunyikannya. Gaun ini sangat mahal, hampir dua bulan uang sakuku habis. Terpaksa lagi aku minta ortu kalau lagi beli buat kuliah. 

Saat itu anak-anak mbak Dewi sedang sekolah. Mbak Dewi merenung di sofa. Aku lalu datang rup. Dan memberikan sebuah kotak hadiah. 

“Apa ini?”, Tanyanya. 

“Kado, mbak Dewikan ulang tahun hari ini”, 

Ia tertawa. Tampak senyumnya indah hari itu. Matanya berkaca-kaca itu dan dia menghemat air matanya. Ia buka kadonya dan mengambil isinya. Aku suka sebuah gaun berwarna hitam yang mewan. 

“Indah sekali, berapa harganya?”, Tanyanya.

“Ah nggak usah dipikirkan mbak”, kataku sambil tersenyum. “Ini kulakukan sebagai pembuktian cintaku pada mbak” 

“Sebentar ya”, katanya. Ia buru-buru masuk kamar sambil membawa gaunnya. 

Tak perlu lama, dia sudah keluar dengan memakai baju itu. Ia benar-benar cantik. 

“Bagaimana wan?”, Tanyanya. 

“Cantik mbak, Hebat !!”, kataku sambil mengacungkan jempol. 

Ia Tiba Tiba-Tiba Dan Memelukku. Erat sekali, sampai aku bisa merasakan dadanya. “Terima kasih” 

“Aku cinta kamu mbak”, kataku. 

Mbak Dewi menatapku. “Aku tahu”

Aku memajukan bibirku, dan dalam sekejap bibirku sudah bersentuhan dengan bibirnya. Inilah ciuman pertama kita. Aku menciumi bibirnya, melumatnya, dan menghisap ludahnya. 

Lidahku bermain di dalam mulutnya, kami berpanggutan lama sekali. Mbak Dewi mengangkat paha kirinya ke pinggangku, aku menahannya dengan tangan kananku. Ia jatuh ke sofa, aku lalu mengikutinya. 

“Aku dan cinta kamu wan, dan aku bingung”, katanya. 

“Aku juga bingung mbak”

Kami berciuman lagi. Mbak Dewi berusaha melepas bajuku, dan tanpa sadar, aku hanya bercelana dalam saja. Penisku yang menegang menyembul keluar dari CD. Aku membuka kembali bajunya, kuturunkan gaunnya, saat yang sama dengan buah bukit yang ranum.

 Dadanya benar-benar besar. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. Aku Terus Mendaftar terus ke bawah. Ha? Nggak ada CD? Jadi tadi mbak Dewi ke kamar ganti baju sambil melepas CD-nya. 

“Nggak perlu heran Wan, mbak juga ingin ini koq, mungkin inilah saat yang tepat”, katanya.

Aku benar-benar menciumi kewanitaannya. Kulumat, kujilat, kuhisap. Aku baru pertama kali melakukannya. Rasanya aneh, tapi aku suka. Aku cinta mbak Dewi. Mbak Dewi meremas rambutku, menjambakku.

 Ia menggelinjang. Kuciumi pahanya, betisnya, lalu ke jempol terpadu. Kuemut jempol terpadu. Ia terangsang sekali. Jempol kaki adalah bagian paling sensitif bagi wanita. 

“Tidak wan, jangan… .AAAHH”, mbak Dewi memiawik. 

“Kenapa mbak?” kataku. 

Tangannya mencengkram lenganku. Vaginanya basah sekali. Ia memejamkan mata, tampak ia menikmatinya. “Aku keluar wan” 

Ia bangkit lalu menurunkan CD-ku. Aku duduk di sofa sambil memperhatikan apa yang pantas. 

“Gantian sekarang”, sambil tersenyum.

Ia tinggal penisku, diremas-remas dan dipijat-pijatnya. Oh … aku baru saja mencium penisku dipijat wanita. Tangan mbak Dewi yang lembut, lama lalu mengocok penisku.

 Penisku makin lama makin panjang dan besar. Mbak Dewi menjulurkan lidahnya. Dia jilati bagian pangkalnya, ujungnya, lalu ia memasukkan ujung penisku ke dalam mulutnya. Ia hisap, ia basahi dengan ludahnya. Ohh … sensasinya luar biasa. 

“Kalau mau keluar, keluar aja nggak apa-apa wan”, kata mbak Dewi. 

“Nggak mbak, aku ingin keluar di situ aja?”, Kataku sambil merayakan liang kewanitaannya.

Ia mengerti, lalu aku didorongnya. Aku berbaring, dan ia ada di atasku. Pahanya membuka, dan juga untuk penisku masuk ke liang itu. 

Agak seret, mungkin karena memang ia tidak pernah bercinta selain dengan muntah. Masuk, demi demi dan berkah… .Masuk semuanya. Ia bertumpu dengan sofa, lalu ia gerakkan atas bawah. 

“Ohh … .wan … enak wan …”, katanya. 

“Ohhh … mbak … Mbak Dewi … ahhh …”, kataku. 

Dadanya naik turun. Montok sekali, aku pun meremas-remas dadanya. Lama sekali di dalam ruangan ini pilihlah desahan kami dan suara dua daging beradu. Plok … plok..plok..cplok .. !! “Waan… mbak keluar lagi… AAAHHHH”

baca juga : Cerita Dewasa Kuperkosa Adik ku Yang Nakal

Cerita Lainnya:  Tante Lala Hyper Seks

Mbak Dewi ambruk di atasku. Dadanya meningkatkan dadanku, aku memeluknya erat. Vaginanya benar-benar menjepitku kencang sekali. Perlu sedikit waktu untuk ia bisa bangkit. Lalu ia berbaring di sofa.

“Masukin wan, puaskan dirimu, semprotkan cairanmu ke dalam rahimku. Mbak rela punya anak darimu wan”, katanya.

Aku tak menyia-nyiakannya. Aku pun memasukkannya. Kudorong maju mundur, posisi normal ini membuatku makin keenakan.

Aku menindih mbak Dewi, kupelukku, dan aku terus menggoyang pinggulku. Rasanya udah sampai di ujung. Aku mau meledak. AAHHHH….

“Oh wan … wan … mbak keluar lagi”, mbak Dewi mencengkram punggungku. Dan aku menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. 

Vaginanya mbak Dewi mencengkramku erat sekali, aku keenakkan. Kami terlibat dan tersidur di atas sofa, Aku memeluk mbak Dewi. 

Siang hari aku terbangun oleh suara HP. Mbak Dewi masih di pelukanku. Mbak Dewi dan aku terbangun. Kami sedang melihat laporan lucu ini. Waktu jamnya menjemput anak-anak mbak Dewi ada. 

Mbak Dewi sampai penisku. “Ini luar biasa, mbak Dewi sampe keluar berkali-kali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?” 

“eh?”, aku kaget.

“Sebenarnya, aku dan ibumu itu bukan saudara kandung. Tapi saudara tiri. Panjang ceritanya. Kalau kamu mau, aku rela jadi istrimu, asal kau juga mencintai anak-anakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu”, katanya. 

Aku lalu memeluknya, “aku bersedia mbak”. 

Setelah itu entah berapa kali aku mengulanginya dengan mbak Dewi, aku mencoba berbagai gaya. Mbak Dewi sedikit rakus setelah ia menemukan pasangan seks baru. Ia suka sekali mengoral punyaku, mungkin karena punyaku terlalu tangguh untuk liang kewanitaannya

hehehe… tapi jadi cintaku, aku cinta dia dan dia cinta kepadaku. Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. Sampai saat ini ia masih seperti dulu, tidak berubah, tetap cantik. 

(Visited 266 times, 1 visits today)
Categories
WhatsApp chat