Sensasi Memek Ajeng Di Pantai

Bokep JepangAugust 31, 2018

FilmBokepJepang – Pagi ini aku memacu motor binter tuaku menuju ke satu sudut kota tua ini, dmana aku membuat janji dengan seorang wanita. Janji itu kubuat di facebook, setelah beberapa kali pedekate via pesan dan chat di facebook. 

Sungguh aku bisa terus menambah jaringan gadis berjilbab yang ku rasakan melalui facebook! Tinggal cari cang cantik, ajak kenalan, lalu dicoba dengan kata2 nakal. 

Kalo mereka merespon, lanjutkan ke tingkat berikutnya 2-3 kali lagi. Kalo terus merespon, sudah jelas mereka adalah cewek2 berjilbab yang mudah gatal, gampang saja diajak moangang.

Orange Café, aku berhenti didepannya. Segera kuparkir motorku lalu masukkan café itu. Aku layangkan pandanganku keselarah penjuru ruangan, menemukan sosok wantia cantik sedang duduk dipojok, sedikit tersembunyi dengan naungan tanaman penghias ruangan. Segera kudatangi wanita berjilbab itu sambil memasangs enyum yang manis.

“Ajeng.” Katanya sambil menyambut tanganku. 

“Ternyata kamu ganteng juga yah.” Katanya sambil tersenyum. Aku juga tersenyum. 

Dari pengamatan kilatku, Ajeng adalah seorang yang manis, dengan kacamata dan wajah yang putih, tinggi semampai dan langsing sekitar 170an cm, dan sekitar 23tahunan. 

Jilbab kaus cekak hitamnya yang besar tidak bisa digunakan untuk buah-buahan yang menggunung kecil tertutup blazer sederhana berwarna ungu muda. Wanita muda yang aku hafal betul akan pura2 jual mahal sebelum mengerang dan mendesah kompilasi memeknya disodok2 titit.

Sebentar aku berbincang2 sadar di café itu, aku lalu mengajaknya untuk berjalan2 memutar kota. Agak lama dia memikirkannya, namun kemudian dengan kemampuanku untuk merayu, akhirnya dia mau. 

Segera kuajak wanita berjilbab itu dengan motorku putar kota. Pelan2 kuarahkan motorku ke sebuah pantai di utara kota, yang sepi dan jauh dari pemukiman yang sudah kusurvei sebelumnya.

“Kok kesini, mas?” Tanya Ajeng mengompol kami sampai di pantai itu. 

Iya, biar lebih akrab, kita ke tempat2 sepi.” Kataku sambil tersenyum nakal. 

Wanita cantik itu hanya tersipu sambil memukul pelan lenganku. Saya ingin kembali ke balik karang yang lumayan tersembunyi dari pantai.

Sambil duduk beralas jas hujan yang sudah kubawa dan bersandar karang, kami kembali bercerita apa yang kami bicarakan di café tadi. Aku bercerita tentang perjalanan dan petuaanganku (tentu saja petualangan seks tidak kuceritakan), sementara wanita berjilbab itu menceritakannya sebagai seorang siswa tingkat akhir yangs edang berlibur karena baru saja putus dengan pacarnya.

Sambil bercerita pelan-pelan aku dekatkan diriku semakin dekat dengan dengan tubuh. Kugenggan masalah yang berbahaya dan tetap yang masih terbungkus jilbab. Dia diam tidak melaporkan. 

Lalu tanganku berpindah membelai pipi putihnya, Pelan2 tanganku kuturunkan ke bibirnya, dia juga diam tak cerita. Kulihat mata terpejam. Lalu aku mendekatkan wajahku ke hadapan. Aku mencium pipinya. wanita berjilbab itu ternyata mengelak kali ini. 

Aku lalu menyandarkan seluruh tubuh wanita berjilbab itu di karang, sambil menyelonjhorkan celah yang masih memakai celana jeans ketat. 

Ajeng pasrah tanpa hambatan. Dia memandangku dengan sayu. Tatapan mata gadis cantik berjilbab ini seperti menolak, namun juga terangsang. Aku tau ini adalah sebuah tanda. Lalu kukecup kening, kedua pipinya. Kemudian aku beralih kebibirnya yang sensual itu.

“Jangan ah ..” Yoon.

Aku tidak menghiraukan larangannya. Karena aku tau dia mulai suka serangan2ku. Aku membelai payudaranya sambil kukecup terus bibirnya. Perlahan, wanita berjilbab itu mulai mengerang dan membuka mulutnya. 

“Ah..sshh..jangan .. aku gak bisa kayak gini..sshh” protesnya perlahan tanpa melakukan perlawanan yang berarti.

Aku lalu mulai berusaha menyibukkan kaus yang sangat ketat, namun dia menggenggan tanganku yang menyeramkan kepada saya untuk melangsungkan perbuatanku. Aku harus sabar sekali. 

Kuturunkan wajahku ke perutnya yang masih dibungkus kaus ketat. Ku tatap belahan selangkangannya yang juga masih memungkinkan celana ketat. Lalu kecium belahan diantara kedua pahanya. wanita berjilbab itu merintih lagi.

“Ahh ..” 

Aku terus mencium daerah yang paling sensitif saat itu. Dia mulai merenggangkan Singkat. 

“Buka aja yah celananya, biar dulu enakan?” Ujarku untuk meminta izinnya. 

“Jangan ah. Begini aja. Nanti keterusan ” 

“ Gak apa apa kok. Gak bakalan sampai keterusan ”jawabku menenangkan. Lalu kutarik risleting celananya.

Terus kuturunkan lagi celananya. wanita berjilbab itu menaikkan pinggulnya membantu .Terlihatlah CD nya yang berwarna cream yang terbuat dari bahan katun halus. Tepat ditengahnya terpampang gundukan indah yang kelihatan mulai basah. Lalu kucium gundukan itu.

“Ahh..sshh ..” Ajeng cermin kepalaku. 

Sambi terus mengecup dan menjilat gundukan memeknya yang masih tertutupi CDnya, aku membuka celana jeans yang kupakai. Lalu kulempar jeans itu tak perduli ia terbang kemana. Lalu aku melepas juga kemejaku. 

Kulihat Ajeng menatap diriku yang bugil dan kaget melihat kontolku yang sudah menegang dan siap menyerang. Dia terlihat pasrah dan tak lagi apa yang akan kulakukan selanjutnya.Lalu kuturunkan lagi wajahku ke hadapan. Aku mengecup bibirnya.

Kali ini wanita berjilbab itu membalas. Sika sambil duduk bersandar di karang beralas mantel hujan, dia melingkarkan tenaga ditubuhku. Aku sedikit mengangkat tubuh kepankuanku dan kutekan ke karang, lalu kuregangkan kedua belah sebaliknya. 

Kugesek2kan kontolku di atas memeknya yang masih berbalut CD. Lalu aku menjalani titianku. Aku udah gak tahan. Aku mencari2 sela antara CD nya untuk bisa memerika memeknya dengan kepala kontolku.

“Jangan dimasukin..ahh..aku gak bisa .. sshh ..” Kembali wanita berjilbab itu protes. 

Tapi aku tidak perduli. Aku tau dia sangat detail permainanku. Setelah kubuka sedikit celah CDnya yang tepat untuk memujinya, aku menggosok2an kepala kontolku di bibir memeknya, tentu masih dengan bantuan tanganku. 

baca juga : Cerita Dewasa Mandor Bejat

Cerita Lainnya:  Selingkuh Dengan Mantan

Terasa basah dan berlendir. Lalu aku mencari2 liang memek yang merupakan target utamaku. Saat terasa di depan saya di depan liang memeknya yang licin dan basah, aku mendorong pantatku perlahan.

“Ohh .. sshh .. jangann .. ahh ..” Dia mengerang kontol kepala kontolku masuk menerobos masuk. 

Aku lebih parah lagi. Dan..blssesbb..masuklah dengan sukses kontolku ke dalam liang kenikmatan miliknya. Matanya yang indah itu sedikit terbelalak, lalu terpejam kembali

“Ahh..sshh..ohh ..” wanita berjilbab itu melingkarkan kedua kepalanya ke pinggangku. 

Aku terus menyodok dan mendorongkan kontolku ke memeknya. Aku melakukannya cukup lama. Sekitar 25 menit. Lalu terlihat dia menegang dan merangkulku dengan kencang. Aku tau ini giliran dia orgasme. Aku juga tidak mau kehilangan momen ini. Aku semakin mempercepat ritme kocokan kontolku menghujam liang memeknya. 

“Ahh..jangan dikeluarin didalam ..hh..ohh..yahh ..” Bisiknya.

Lalu sepertinya aliran klimaks mulai mengaliri diriku. Aku merasa kontolku akan memuntahkan sperma. Aku mengocok lebih keras. Lalu aku memeluk dirinya erat2 berbarengan dengan tarikan berlalu yang semakin memeluk pinggangku dengan kuat. Aku tak berdaya lagi. Dan, crot..crot..crot..tumpahlah spermaku menghujani liang memek sampai ke rahimnya.

“Ahh ..” Dia mengerang keras. 

Aku menatapnya lemas tanpa mengeluarkan kontolku yang masih berada di dalam memeknya yang terasa masih memijat-mijat kontolku. Terlihat wanita berjilbab itu tersenyum, tapi kulihat ada linangan air mata dipipinya.

“Kamu nakal. Tapi kamu sangat lama bercinta dari pacarku ”Katanya.

Sesudah itu kami panjangkan sambil berdiri di atas mantel hujan. Tanpa sadar, aku terlelap tepat, dan mencampur kesadaran, aku berbicara disekelilingku dan mencoba-coba apa yang telah terjadi. 

Kemudian kulihat seorang wanita terbaring disisiku. Ajeng. Ah, nyalakan dia seperti masih menggairahkan, pikirku dalam hati. Aku berpikir untuk menyetubuhinya sekali lagi. Lalu kubuka selangkangannya yang telah dia tutupi dengan celana dalamnya. 

Kemudian kujilat celah di antara pahanya. Aku lalu mengeluarkan kontolku. Kubuka CDnya pelan-pelan tanpa berusaha membangunkannya. Kuusap bukit alami yang tepat ditengah-tengah, terasa begitu basah. Lalu kulumuri batangku dengan lendir memeknya yang beraroma sangat khas.

Aku sudah nggak tahan. Lalu demi kuarahkan kepala kontolku yang mengkilat kedepan liang memeknya yang kubuka dengan bantuan dua jari tanganku. Lalu kudorong perlahan. 

Keliatan wanita berjilbab itu menggeliat kanan. Lalu terdiam kembali. Aku mendorong kontolku lebih dalam, dan karena laing memeknya sudah begitu basah, amblas semua batangku menyeruak daging empuk, hangat dan lembab tersebut. 

Aku lalu menyodok dan mengocok dengan perlahan. Terdengar wanita berjilbab itu mendesis, tapi seakan tidak mau membuka mata. Crep .. crep .. crep .. jlebb .. jleb. Semakin cepat dan semakin cepat. Dia lalu merintih halus. 

“Ahh .. sshh .. ss ..”

Aku lalu melihat dia mengejang dan menyempurnakan merapat. Aku tau wanita berjilbab itu mulai merasakan orgasmenya, ntah dia sadar atau tidak. 

Aku lalu juga menemukan gumpalan-gumpalan naik mengarah ke kepala kontolku siap untuk dimuntahkan. Lalu kutekan dalam-dalam kontolku bercampur kurasa semburan maniku akan meledak. Crott .. crott .. crott .. crott .. crott. 

“Hekkhh .. ahh ..” jeritnya.

Aku tau dia merasakan semburan maniku yang panas telah membanjiri liang memek hingga ke rahimnya. Sampai-sampai kompilasi kuacabut perlahan, terliat menetes masih dalam kekentalan keluar disela-sela liang memek hingga menetes ke paha dan lubang anusnya. 

Ah, nikmatnya rasa, pikirku. Akhirnya setelah beberapa saat, kami merapikan baju kami masing2 beranjak pergi, hingga saat ini ajeng jadi ketagihan bercinta denganku.

(Visited 252 times, 1 visits today)
Categories
WhatsApp chat